Menyadari Hakikat Dunia
![]() |
| [Source image : here] |
Belasan abad yang lalu, saat islam mencapai kejayaan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memprediksi nasib umat Islam di masa yang akan datang sebagai tanda nubuwwah beliau. Sebagaimana tersebutkan dalam sebuah hadits:
"Beberapa kelompok manusia akan memperebutkan kalian seperti halnya orang-orang rakus yang memperebutkan hidangan." Seorang sahabat bertanya, "Apakah karena kami waktu itu sedikit?" Rasulullah menjawab, "Tidak! Bahkan waktu itu jumlah kalian sangat banyak. Akan tetapi kalian waktu itu seperti buih di lautan. Dan sungguh, rasa takut dan gentar telah hilang dari dada musuh kalian. Dan bercokollah dalam dada kalian penyakit wahn."
Kemudian sahabat beertanya, "Apakah yang dimaksud dengan penyakit wahn itu ya Rasulullah?" Rasulullah pun menjawab, "Cinta dunia dan takut mati".
Mari kita selami Firman-Nya, agar kita tak terlampau jauh berada dalam kesalahan memaknai dunia.
1. Dunia adalah mataa' (kesenangan yang menipu)
Ketertipuan terhadap dunia terjadi ketika kita menjadikan dunia sebagai tujuan, padahal dunia adalah media untuk mencari bekal hidup agar kelak kita meraih surga. Sebagaimana dalam Firman-Nya, berikut terjemahannya :
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)." (Qs. Ali Imran ayat 14)
2. Dunia adalah qalil (kecil)
Allah membandingkan dunia dengan akhirat. Segala yang ada di dunia ini kecil. Manusia, harta, nikmat dunia, kesengsaraan dunia semuanya kecil. kelak di akhiratlah segala yang besar-besar itu berada. Maka bersabarlah di dunia yang singkat dan kecil ini. Jangan terlena dengan kenikmatan dunia yang kecil ini. Jangan menyerah dengan cobaan dan kesengsaraan hidup, asalkan kita berada di titian iman dan takwa hingga ajal menjemput. Sebagaimana Allah berfirman, berikut terjemahannya:
"Kesenangan di dunia ini hanya kecil (sebentar) dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun." (Qs. An Nisa ayat 77)
3. Dunia adalah la'ib (main-main) dan laghwu (senda gurau)
Dunia hanyalah tempat sandiwara kehidupan dipentaskan, seperti sebuah film dengan kita sebagai aktor dan aktris sedangkan sutradaranya adalah Allah subhanahu wa ta'ala. Ada skenario yang wajib diperankan dengan sebaik-baik dan semaksimal mungkin yaitu skenario Allah yang tak lain adalah Al Qur'an dan Sunah. Sebagaimana Allah berfirman, berikut terjemahannya :
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Qs. Al An'am ayat 32)
4. Dunia adalah penjara
Penjara yang dimaksud adalah dimana seorang muslim dibatasi dengan beragam aturan-aturan yang bernama syariat. Ada perintah dan larangan. Ada amar makruf nahi mungkar. Sebagian ulama berpendapat bahwa semua itu adalah belenggu-belenggu yang selaa di dunia telah mengikatnya. Kematian adalah masa keebahagiaan bagi seorang muslim karena ia akan segera disambut dengan kenikmatan-kenikmatan akhirat sebagai hadiat atas kesabarannya meniti jalan yang telah diatur oleh Allah di dunia.
Optimislah menyambut kematian, karena kematian bagi seorang muslim adalah masa erbebasnya diri dari dunia ang qalil,la'ib, laghwu dan fana.
Sumber referensi :
Rif'an, Ahmad Rifa'i. 2012. Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Dunia hanyalah tempat sandiwara kehidupan dipentaskan, seperti sebuah film dengan kita sebagai aktor dan aktris sedangkan sutradaranya adalah Allah subhanahu wa ta'ala. Ada skenario yang wajib diperankan dengan sebaik-baik dan semaksimal mungkin yaitu skenario Allah yang tak lain adalah Al Qur'an dan Sunah. Sebagaimana Allah berfirman, berikut terjemahannya :
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Qs. Al An'am ayat 32)
4. Dunia adalah penjara
Penjara yang dimaksud adalah dimana seorang muslim dibatasi dengan beragam aturan-aturan yang bernama syariat. Ada perintah dan larangan. Ada amar makruf nahi mungkar. Sebagian ulama berpendapat bahwa semua itu adalah belenggu-belenggu yang selaa di dunia telah mengikatnya. Kematian adalah masa keebahagiaan bagi seorang muslim karena ia akan segera disambut dengan kenikmatan-kenikmatan akhirat sebagai hadiat atas kesabarannya meniti jalan yang telah diatur oleh Allah di dunia.
Optimislah menyambut kematian, karena kematian bagi seorang muslim adalah masa erbebasnya diri dari dunia ang qalil,la'ib, laghwu dan fana.
Sumber referensi :
Rif'an, Ahmad Rifa'i. 2012. Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Comments
Post a Comment