Mari Berkaca
Pernah dengar peribahasa, "Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak". Yaa .. peribahasa yang berarti seseorang cenderung mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain dibanding kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri. Wahai kawan, pernah kah kita disibukkan dengan mencari-mencari kelemahan atau kekurangan diri? Karena manusia pada umumnya akan mudah melihat dan mempermasalahkan kesalahan orang lain dibanding kesalahan sendiri.
Bahkan yang membuat saya heran, ada program televisi yang dengan rona bahagia menyiarkan dan menampilkan kesalahan seseorang. Tidak perlu saya sebutkan, sepertinya kalian sudah mengetahui maksudnya. Serta kesalahan tersebut menjadi bahan perbincangan yang seakan tak ada ujungnya. Bukankah itu termasuk ghibah? baiklah kita berpikir positif saja, bahwa mereka hanya belum tahu seberapa besar dosa ghibah. Ada salah satu ayat yang dapat kita jadikan renungan, berikut terjemahannya :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Qs. Al-Hujuraat ayat 12)
Jadi bagaimana rasanya memakan daging saudara sendiri yang sudah mati? kembali menjadi renungan kita untuk bisa menjaga diri dari perbincangan yang tidak perlu, yang hanya menyiakan waktu dan memberikan prasangka yang belum pasti kebenarannya. Ini pengingat juga untuk penulis, untuk dapat menyibukkan diri dengan aib dan kesalahan sendiri dibanding dengan memikirkan kesalahan orang lain.
Benar memang manusia tempatnya salah dan khilaf, namun manusia yang bijak akan senantiasa melakukan introspeksi pada diri. Agar dapat memperbaiki atau minimal mengurangi bahkan menghindari kesalahan yang sama terulang kembali. Mari berkaca pada diri, sibukkan dengan memperbaiki kesalahan diri dibanding mencari kesalahan orang lain atau mencari pembenaran untuk pembelaan kesalahan kita.
Jaman sekarang ghibah pun terasa lumrah ka, astagfirullah
ReplyDeleteBerarti yang nonton acara gosip pun ikutan dosa dong yah, astagfirullah 🙈
ReplyDeleteYass gosip banyak dikemas dengan cara yang menarik. Dan tentunya setan selalu menghiasi hal itu seolah indah :'(. Kasian yg digosipin hiks. Astaghfirullah
ReplyDeletesemoga kita bisa menghindari aktivitas ghibah ini aamiin
ReplyDeleteya allah kenapa rasanya bergosip ria itu sangat tidak terasa dan mungkin lupa kalau itu dosa
ReplyDeleteSetuju, setuju, setuju.
ReplyDeleteDosa yang masih berat buat kuhindari. Hikshiks
ReplyDeleteBelajar sama" yuks
DeleteSemoga kita nggak termasuk dalam golongan itu...dan memang sulit menghindar
ReplyDelete