Dunia Kampus

Cerbung Episode 2 ..

Tak lama waktu berselang setelah kelulusan, pengumuman ujian masuk perguruan tinggi negeri tiba. Boni diterima di salah satu perguruan tinggi negeri daerah Jogjakarta, dia mengambil jurusan teknik informatika. Boni yang tinggal di Jakarta, segera mencari rumah kost di Jogja. Dia ditemani orang tuanya pergi ke Jogja dengan membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk meninjau tempat kost yang telah di pesannya melalui rekannya yang tinggal di daerah Jogja.

"Sejuknya udara disini", ucap Boni setibanya menginjakkan kaki di Jogja. 

Ini bukan kali pertama Boni datang ke Jogja, namun ia tak pernah bosan menginjakkan kakinya di kota istimewa ini. Setelah dirasa beres dan sempat berkunjung ke kampus Boni, orang tua Boni segera langsung kembali ke Jakarta karena urusan pekerjaan yang sudah menanti. Dengan berat hati Boni melepas kepergian mereka. 

"Boni, mama sama papa berangkat dulu ya. Kamu jaga diri baik-baik disini, sering telepon mama ya, mama pasti kangen banget sama kamu. Sesekali mama akan datang kesini, mengunjungi kamu."

"Iya ma, sebenernya Boni masih pengen mama disini. Tapi ya sudahlah, Boni harus ngertiin mama. Nanti kabarin Boni ya ma, kalau mama udah sampe di Jakarta." Ucap Boni dengan nada memelas.

"Iya sayang, mama pasti kabarin kamu. Ya sudah, kita berangkat dulu ya" Ucap mama Boni sambil melambaikan tangan.

Selepas mereka pergi, Boni memutuskan untuk ke kampus menyelesaikan administrasi daftar ulang. Ia pun sempat berkeliling kampus untuk mengobati kejenuhan dan melihat suasana dunia kampus. Kampusnya cukup luas, lingkungannya bersih dan teduh, banyak pepohonan yang sengaja dibiarkan tumbuh. Ia pun mampir ke perpustakaan dan masjid untuk solat dzuhur. Selepas dzuhur ia memutuskan untuk kembali ke kost, untuk merapikan perlengkapannya yang masih belum tertata sempurna.

Sepekan berselang, masa orientasi kampus tiba. 

Pagi itu Boni bangun kesiangan, sehingga membuatnya terlambat datang ke kampus. Ia terkena hukuman membersihkan lingkungan kampus, karena rasa bersalahnya ia pun menurutinya. Dengan semangat ia memunguti sampah-sampah yang ada di lingkungan kampus meski terik matahari membuat keringatnya berkucur deras. 

"Boni, ngapain ente disini?", tanya suara yang terdengar tak asing baginya.

Boni menoleh ke arah suara dan terhentak kaget ketika mengetahui orang yang menyapanya...

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Letak Geografis Jazirah Arab

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab