Letak Geografis Jazirah Arab


Bismillahirrohmaanirrohim..

Kali ini Insyaa Allah secara berkala saya akan mulai membahas secara ringkas isi buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri. Seperti kata peribahasa yang sering kita dengar, "Tak Kenal Maka Ta'aruf". Maaf kalimatnya saya ganti, agar anti mainstream dimana kata "sayang" saya ganti menjadi ta'aruf. Sebagai umat muslim tentunya kita wajib mengenali kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentu dengan mengetahui sejarah kehidupan beliau, kita akan mendapat gambaran perjuangan beliau. Sehingga menambah rasa cinta kita kepada beliau.

Sirah Nabawiyah merupakan ungkapan tentang risalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita. Risalah yang mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya, dari penyembahan terhadap hamba kepada penyembahan terhadap Allah, sehingga garis sejarah berganti dan kehidupan manusia di dunia ini berubah. Gambaran itu dihadirkan setelah membandingkan kondisi yang ada sebelum risalah ini dan apa yang terjadi setelah ia datang.

Dimulai dari bab Letak Geografis Jazirah Arab



Menurut bahasa, kata arab berarti padang pasir; tanah gundul dan gersang yang tiada air dan tanamannya. Sebutan ini sudah diberikan sejak dahulu kepada Jazirah Arab, sebagaimana sebutan yang diberikan kepada suatu kaum yang disesuaikan dengan daerah tertentu dan menjadikannya sebagai tempat tinggal.

Secara geografis, Jazirah Arab dibatasi oleh Laut Merah dan Gurun Sinai di sebelah barat, Teluk Arab dan sebagian besar negeri Iraq Selatan di sebelah timur, Laut Arab yang bersambung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan dan negeri Syam dan sebagian kecil dari negara Iraq di sebelah utara. Meskipun ada kemungkinan sedikit perbedaan dalam penentuan batasan ini. Luasnya membentang antara 1 x 1,3 juta mil persegi. 

Jazirah Arab memiliki peranan sangat besar karena kondisi alam dan letak geografisnya. Sedangkan dilihat dari kondisi internalnya, Jazirah Arab hanya dikelilingi gurun dan pasir dari segala sudutnya. Kondisi seperti ini membuat Jazirah Arab seperti benteng pertahanan yang kokoh, yang tidak memperkenankan bangsa asing menjajah, mencaplok dan menguasai bangsa arab. 

Hubungannya dengan dunia luar, Jazirah Arab terletak di benua yang sudah dikenal sejak dahulu kala, yang mempertautkan daratan dan lautan. Sebelah barat laut merupakan pintu masuk ke Benua Afrika, sebelah timur laut merupakan kunci masuk ke Benua Eropa dan sebelah timur merupakan pintu masuk bagi bangsa-bangsa non-Arab, Timur Tengah dan Timur Dekat, terus membenteng ke India dan Cina.

Karena letak geografisnya, sebelah utara dan selatan Jazirah Arab menjadi tempat berlabuh berbagai bangsa untuk saling tukar-menukar perniagaan, peradaban, agama dan seni. 

Comments

  1. Ini kayaknya masih bersambung yah, Detin?.

    Keren bahasannya, ditunggu lanjutannya 👍👍👍

    ReplyDelete
  2. jadi semakin ingin menginjak tanah arab

    ReplyDelete
  3. Baru sampai letak geografisnya ya

    ReplyDelete
  4. Wah asyik..nemu topinimi baru, arab berarti padang pasir...namun kaya akan bahan tambang.
    Bisa menambah wawasan ini mba...ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  5. Letak geografis yang menguntungkan sekali ternyata ya. U la la....

    ReplyDelete
  6. wow baru tau kalo kata arab artinya padang pasir

    ReplyDelete
  7. Ku tunggu ku tunggu lanjutannya yaaay ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab