Bekal Akhirat

source image : islamkafah.com

Jika kita semua menyadari pentingnya bekal akhirat, semua orang pasti akan berbondong-bondong mengkaji ilmu agama. Ilmu agama adalah jembatan kita untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, bagaimana kita seharusnya hidup didunia. Dunia yang hanya sementara ini merupakan penipu paling ulung. Banyak orang yang terjebak dalam gemerlap dunia, yang menawarkan banyak keindahan dan kebahagiaan yang sebenarnya tidak akan bertahan lama karena dunia adalah penjara bagi orang mukmin. 

Kehidupan dunia dipenuhi dengan ujian bagi orang-orang beriman, karena tidak dikatakan beriman sebelum kita diuji dan akhirat merupakan pertanggung jawaban dari segala hal yang kita perbuat didunia. Sebaik-baik perbekalan kita menuju kampung akhir adalah taqwa kepada Allah. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Namun pada kenyataanya tidak mudah untuk bertaqwa karena setan sudah berjanji akan menggoda anak cucu Nabi Adam untuk mengingkari perintah Allah. Salah satu motivasi taqwa kita adalah perjumpaan yang indah dengan Allah dan Rosul-Nya di Surga kelak. Menjadikan dunia sebagai jembatan untuk mengumpulkan banyak amalan kebaikan, agar Allah ridho pada kita.

Mudah memang untuk berkata demikian, tulisan ini pun merupakan pengingat untuk diri. Saat ini ujian kita tidak hanya hawa nafsu namun juga berbagai pengaruh perang pemikiran yang secara halus merasuki pikiran. Oleh karenanya penting bagi kita untuk selalu berjuang untuk taqwa, meski kadang futur namun teruslah berusaha untuk tetap taqwa.

Ingatlah selalu bahwa surga telah menanti, bahwa perjumpaan dengan Allah dan rosul-Nya pasti ketika Allah meridhoi. Teruslah berikhtiar, berdoa dan tawakal... meyakini bahwa Allah akan mengampuni dan mengijabah setiap doa-doa yang dipanjatkan. 

Comments

  1. Amiin ya allah. Agama adalah peneduh jiwa

    ReplyDelete
  2. Terimakasih sudah mengingatkan 💖

    ReplyDelete
  3. Sebaik-baik rindu adalah kerinduan bertemu dengan-Nya dengan kepala tegak berbahagia...semoga kita termasuk orang-orang yang demikian😇

    ReplyDelete
  4. jadi kangen nulis kayak ginian lagi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Letak Geografis Jazirah Arab

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab