Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"
![]() |
| Dok. Pribadi |
Penulis : Ahmad Rifa'i Rif'an
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : 210 Hlm
Buku ini merupakan buku kumpulan motivasi, yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama bertema Hidup Sekali, bagian kedua bertema Berarti, bagian ketiga bertema Lalu Mati. Sesuai dengan judulnya setiap tema merupakan penggalan dari judul bukunya. Setiap tema berisi masing-masing 16 (enam belas) judul dengan naskah singkat, yang menarasikan berbagai kisah yang mengandung hikmah dan memberikan motivasi pada para pembaca.
Setiap judul dalam masing-masing bagian, selalu berkaitan dengan tema per bagian dan diawali dengan quote yang berkaitan dengan judul yang dibahas. Penulis menyajikan setiap naskah dengan bahasa yang ringan yang dapat menggugah jiwa setiap pembaca. Saya rasa setiap pesan yang disampaikan dapat dengan mudah ditangkap oleh pembaca. Buku ini membuat pembacanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan membangkitkan semangat untuk dapat menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang banyak.
Bagian pertama bertema Hidup Sekali, bagian ini memberikan renungan pada diri kita bahwa hidup kita hanya sekali di dunia ini, penuh kompetisi, ada yang sukses dan gagal, ada yang naik dan turun, ada yang mulia dan hina. Berlombalah dalam kebaikan, mumpung jantung masih berdetak, isilah dengan aktivitas produktif. Diawali dengan judul "Lahir Kita Anugerah" hingga "Seleksi Kekasih Sejati" serta dilengkapi dengan renungan syair dari Ali bin Abi Thalib. Bagian ini tentu sarat makna bahwa kita harus memanfaatkan waktu kehidupan dengan menebar kebaikan.
Bagian kedua bertema Berarti, bagian ini mengajak kita menjadi pribadi yang berarti dalam menjalani kehidupan didunia ini. Pribadi yang dapat bertoleransi dan berkontribusi dengan sekitarnya sesuai peran hidup yang telah dipilih, kita harus bersinergi tidak hanya memikirkan diri sendiri namun juga dapat memberikan manfaat diri untuk orang lain. Diawali dengan judul "Menjadi Pribadi yang Penuh Cinta" hingga "Pahlawan". Bagian ini membuat pembaca membuka mata, bahwa kita tidak hidup seorang diri sehingga tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri agar kehidupan menjadi penuh arti.
Bagian ketiga bertema Lalu Mati, bagian ini menyadarkan kita bahwa kematian itu pasti, setiap orang pasti akan mengalami karena tidak ada kehidupan yang abadi kecuali di akhirat nanti. Kita perlu merenungi kebaikan dan keburukan yang sudah kita lakukan, berapa harta yang sudah disedekahkan bandingkan, sebelum hari pertanggung jawaban di akhirat kelak yang akan menyingkap mana timbangan yang terberat. Diawali dengan judul "The Art of Dying" hingga "Haqqul Adami". Bagian ini membuat kita bermuhasabah diri, atas segala hal yang sudah dilakukan karena semua pasti akan dimintai pertanggung jawaban.
Penulis merupakan seorang yang sederhana, lahir di Lamongan dan menghabiskan masa remajanya di sebuah pesantren. Lulus SMA mengambil S1 di perguruan tinggi yang berada di daerah Surabaya mengambil jurusan Teknik Mesin. Saat ini beliau bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan dan menjalankan usaha yang didirikannya sejak masih mahasiswa, selain itu beliau terus produktif menuliskan ide-idenya dalam bentuk buku. Ada banyak buku yang beliau tulis dan sudah diterbitkan di pasaran. Buku-buku islami dengan bahasa yang ringan dan penuh motivasi untuk perbaikan diri dan ketakwaan.
Sejauh ini saya belum membandingkan buku ini dengan buku-buku sejenis, tapi buku ini merupakan salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca karena dapat menguggah kita untuk lebih produktif menjalani kehidupan serta menjadi pribadi yang bermanfaat dengan menebar kebaikan. Buku ini memiliki sampul soft cover dengan gambar yang sarat makna sesuai dengan judul yang tertera. Terkait kekurangan, saya belum menemukan kekurangan dalam buku ini karena saya rasa sudah lengkap dan terdapat sumber gambar pada akhir halaman.
Salah satu quote yang mewakili buku ini
"Hidup hanya sekali. Maka pilihlah hidup yang penuh arti. Yang penuh prestasi dan kontribusi. Yang jasadnya mati tapi namanya tetap abadi. Yang hidupnya mulia, matinya dikenang sejarah. Yang di dunia bahagia, di akhirat meraih surga. Yang di dunia dicintai manusia, di akhirat hidup bersama ridho Tuhannya."
Hidup sekali, berarti, lalu mati.
"Hidup hanya sekali. Maka pilihlah hidup yang penuh arti. Yang penuh prestasi dan kontribusi. Yang jasadnya mati tapi namanya tetap abadi. Yang hidupnya mulia, matinya dikenang sejarah. Yang di dunia bahagia, di akhirat meraih surga. Yang di dunia dicintai manusia, di akhirat hidup bersama ridho Tuhannya."

Nampar quote-nya, kak..
ReplyDeleteSelf reminder yang baik nih ya
ReplyDeletebuku yang bagus ini. Saya suka dengan tulisan2 beliau.
ReplyDeleteTapi ngomong2, quote yang terakhir, gede banget, Mbk? hehe.
Sampai kaget dirikuu
Quotenya, bagus, iya bener fontnya kegedean menurut ku sih apa hpq aja ya haha
ReplyDeleteDeep bgtt.... Quotes2nya... :')
ReplyDeleteBuku yang sangat menginspirasi. Jdi pengen bacaaa
ReplyDeleteGak kuadd quote nyh😐 nyambuk
ReplyDeleteGak kuadd quote nyh😐 nyambuk
ReplyDeleteBaca quotenya jadi ingat ustadku di pondok dulu hehe beliau sering bilang "Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti" . jadi penasaran sama bukunya kak ;)
ReplyDeleteBukunya penuh motivasi keren. Like
ReplyDeletehidup-berarti-
ReplyDeleteTulisan beliau memang penuh kontemplasi..suka
ReplyDelete