6 Langkah Berubah Menjadi Lebih Baik
Tak sengaja saya membuka sebuah buku, yang sudah lama dibeli namun baru selesai saya baca. Buku berjudul "Jangan Pernah Menyerah" karya Adilla D. Wijaya. Pada lembar yang saya buka, tertulis 6 (enam) langkah berubah menjadi lebih baik. Tulisan disertai gambar animasi kartu dalam satu lembar, membuat saya tertarik dan menelisik kembali isinya.
Pada lembar berikutnya terdapat rangkaian deskripsi mengenai 6 (enam) langkah berubah menjadi lebih baik. Terdapat beberapa kalimat yang sudah saya garis bawahi, yang menandakan kalimat menarik dan penting untuk diingat. Tak jarang saya juga membuat quote dari buku yang saya baca, lalu mempostingnya di sosial media. Kali ini saya bermaksud menjabarkan ringkasan isi dari langkah-langkah tersebut.
Langkah 1 : Rajin mencari ilmu Allah
Orang bisa berubah karena mempunyai ilmu, karena ia belajar. Singkat cerita, penulis mendapatkan sebuah buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shaifiyyurahman Al-Mubarakfuri yang ia dapat dari guru ngajinya. Seorang yang menggiringnya untuk berhijrah, untuk mengenal Allah dan Rasulullah.
Terdapat pesan dari guru beliau, "Aldi, saya rasa udah banyak banget kasih kita pengetahuan yang baru dan jujur itu semua sudah mencapai batas maksimal saya. Kini melangkahlah ke dunia luar, ada banyak lagi yang harus kita pelajari, temukan guru-guru spiritual yang baru dengan petunjuk Allah."
Setelahnya beliau memberikan buku Sirah Nabawiyah agar membuatnya semakin mengenal lelaki yang berjuang dengan taruhan nyawanya untuk mempertahankan kebenaran Allah. Seorang lelaki yang mau memberikan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada Allah. Diamnya adalah zikir dan bicaranya adalah dakwah, seorang kekasih Allah, Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wa Sallam.
"Semakin engkau menyelami islam, maka akan semakin cinta pula engkau kepadanya."
Langkah 2 : Niat dan Tekad yang Kuat
Terkadang kita tidak mau berubah, karena muncul gambaran bahwa melakukannya itu tidak mudah. Ada dinding yang membuat kita tidak bisa untuk berubah. Maka untuk menghancurkannya kita butuh azimah atau tekad yang kuat, karena kita akan mengahadapi banyak masalah ketika berubah. Orang yang azimah yang kuat akan melewati semua permasalahan dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, akan diberikan cobaan kepadanya."
(HR. Bukhari)
Langkah 3 : Perhatikan Teman-Teman Pergaulan
Teman sesungguhnya menarik kita pada sebuah keadaan. Jika ingin berubah, carilah teman yang baik. Pintar-pintarlah memilih teman, karena siapa teman kita akan menunjukkan siapa diri kita dan masa depan kita. Pandanglah teman kita sekarang. Mereka adalah teman-teman yang kita pilih secara naluri, bukan hanya karena nyaman, tapi karena mungkin kita dan mereka memiliki misi yang sama, kecintaan terhadap sesuatu yang sama. Karena sesungguhnya jiwa itu berkelompok dan naluri kitalah yang memilih siapa teman kita.
"Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karenanya hendaklah salah seorang diantara kalian mencermati dengan siapa ia berteman." (HR. Tirmidzi)
Langkah 4 : Belajar dari Pengalaman Orang-orang yang Berubah
Belajarlah dari kisah-kisah umat terdahulu. Allah menceritakan kisah-kisah umat sebelum Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wa Sallam, bagaimana kondisi mereka yang dulunya hidup senang, kemudian Allah hancurkan mereka. Ada perubahan yang terjadi, hal tersebut dapat kita jadikan renungan sebagai pembelajaran dan motivasi kita untuk bangkit berubah.
Langkah 5 : Jangan Lelah untuk Berdoa
Jika ingin berubah, harus berani untuk berdoa. Kita pasti pernah mendengar, doa adalah senjata umat islam. Jadi jangan remehkan doa, ketika kita berat dalam melakukan perubahan pada diri atau dalam artian sulit untuk istiqomah. Maka berdoalah, memohon kepada Allah Subhanahu wata'ala. Bahkan Rasulullah yang memiliki kualitas akhlak yang tidak dapat ditandingi oleh semua penghuni bumi ini saja, Rasulullah masih berdoa.
"Ya Allah, berikan petunjuk kepada aku agar aku berakhlak mulia, tidak ada yang sanggup memberi akhlak mulia kecuali Engkau. Jauhkan aku dari akhlak-akhlak yang buruk tidak ada yang bisa menjauhkan hamba dari akhlak yang buruk kecuali Engkau." (HR. Muslim)
Langkah 6 : Isi Ulang Iman Kita dengan Rutin Datang ke Majelis Taklim
Jika ingin berubah, sering-seringlah datang ke kajian islam. Sering-seringlah mampir ketika baterai iman kita mulai habis atau drop. Tidak hanya kita, bahkan para ustadz pun memiliki baterai yang sama dengan kita, kala sudah mulai drop beliau-beliau juga datang ke tempat kajian.
Manusia itu adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan kesempurnaannya, jika dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Namun setiap diri kita memiliki hawa nafsu atau syahwat yang selalu cenderung pada hal yang berlainan dengan kebaikan. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam berubah menjadi pribadi yang baik atau lebih baik lagi.
MasyaAlloh, bahasan yang bermanfaat. Thanks, Detin. Semoga menjadi pemberat amalmu💝
ReplyDeleteAamiin..