Kemurnian Cinta

Source Image : kumparan.com
Pembahasan perihal cinta seakan tidak akan ada habisnya, apalagi dikalangan remaja yang mayoritas terkena virus merah jambu satu ini. Jatuh cinta itu fitrah, setiap orang pasti merasakannya tapi bagaimana kita mengelola cinta itu sehingga diridhoi-Nya. Tapi ini bukan bahasan terkait dengan cinta antar manusia dengan berbagai versi menariknya. 

Cinta ini adalah sebenar-benar cinta, cinta yang murni tanpa mengharap balas budi. Cinta yang membuat kita meleleh dibuatnya, yang jika kita menyadarinya membuat kita menyesal telah menyia-nyiakan cinta yang satu ini. Lalu cinta apa yang saya maksud disini? mungkin terbesit dalam benak, cinta orang tua pada anaknya. Seperti salah satu peribahasa, "cinta ibu sepanjang jalan, cinta anak sepanjang galah". Benar itu tidak salah, cinta dari orang tua adalah cinta yang tidak mengharap balas apapun.

Namun lagi-lagi bukan cinta itu yang saya maksud disini, ya... cinta yang kemurniannya tidak diragukan lagi yaitu Cinta dari Sang Maha Cinta. Jika kita menyadarinya, sungguh pasti kita akan merasakan sesak didada karena sering mengabaikan-Nya. Dia yang dengan kemurnian cinta-Nya telah memberikan banyak nikmat yang bahkan kita tidak dapat menghitungnya. Dia yang selalu ada, setia, memberi ampunan pada kita yang selalu saja berbuat dosa. Dia yang tidak pernah tidur dan selalu mengawasi, Dia yang siap siaga memberikan pertolongan pada setiap insan dibumi.

"Maafkan kami ya Rabb..."

Maafkan kami yang sering mengeluh dan lupa bersyukur, maafkan kami yang lebih sibuk pada dunia ini dibanding mengingat-Mu. Maafkan kami yang sering lalai pada perintah-Mu dan mengabaikan larangan-Mu. Maafkan kami yang tidak menyadari kemurnian cinta dari-Mu, kami malah terlena dengan cinta selain dari-Mu. Maafkan kami ya Rabb....

Andai setiap diri kita menyadari kemurnian cinta dari-Nya, tentu kita akan selalu tunduk patuh pada-Nya. Kita sering lupa siapa diri kita sebenarnya, padahal kita hanya ruh yang menumpang pada jasad titipan dari-Nya. Kita hanya hamba yang suatu waktu pasti akan kembali pada-Nya. Semoga kita termasuk hamba yang diridhoi-Nya. Hamba yang dapat melihat wajah-Nya dan rosul-Nya dalam keadaan bahagia disaat kita kembali pada-Nya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Letak Geografis Jazirah Arab

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab