Teka-Teki Kehidupan
Sejauh ini pernahkah kita berpikir untuk apa kita diciptakan? Maksud saya disini, apa misi yang Allah berikan pada diri ini untuk dapat mencapai tujuan hidup yang bernilai ibadah dihadapan-Nya? Itulah yang saya sedang terka, sampai hari ini sudah berapa karya yang dapat kita tinggalkan sebagai jejak sepeninggal kita nanti. Hingga suatu hari saya mendapat sebuah quote dari Buya Hamka.
Menulislah. Maka engkau akan hidup abadi.
Yaa... menulislah untuk meninggalkan jejak diri bahwa kita pernah ada di bumi. Quote tersebut membuat saya berpikir untuk mencoba menulis, untuk menyebarkan ilmu, informasi atau sekedar motivasi. Ketika kita berniat baik, maka Allah selalu berikan jalan kemudahkan pencapaian niat tersebut. Entahlah saya hanya ingin menjadi bagian dari mereka yang dapat "bernilai" bernilai bukan dalam artian memiliki banyak harta, tahta dan segala yang nampak indah dimata. Namun bernilai dalam segi tingkat kebermanfaatan yang ditebarkan selagi napas masih dikandung badan.
Selagi Allah beri kesempatan pada diri untuk terus perbaiki diri, menjadikan diri "ada" bukan sekedar numpang lewat belaka. Dengan memanfaatkan segala yang telah Allah beri dan titipkan pada diri salah satunya berupa potensi diri. Pesan ini bukan untuk saya sendiri, namun untuk semua orang di dunia ini, untuk menyadarkan diri bahwa kita semua punya potensi untuk terus digali, sehingga bermanfaat tidak hanya untuk sendiri.
Menulis adalah salah satu ekpresi diri, namun bukan hanya untuk menuangkan perasaan dihati tapi juga untuk menyebarkan ilmu dan informasi yang bermanfaat. Mengenai genre tulisan, sejujurnya saya belum menentukannya. Namun terlintas dalam benak untuk menetap pada tulisan non fiksi. Tetapi tidak menutup kemungkinan saya menulis tulisan fiksi yang dapat memberikan motivasi, tidak hanya untuk diri namun juga untuk pembaca agar mudah sampai ke hati.
Entahlah bagi saya tidak penting apa genre yang akan difokuskan, yang terpenting tulisan yang diterbitkan dan dibaca dapat memberikan ilmu, informasi atau dampak pada diri pembaca. Mungkin memang dari segi keilmuan atau beberapa pendapat, menentukan genre adalah hal yang penting agar kita dapat fokus pada tulisan yang akan dihasilkan. Namun sampai hari ini saya masih belajar dalam dunia penulisan, semoga tulisan yang dihasilkan dapat menjadi pemberat amal karena dosa pada diri kian hari kian bertambah dan kita tidak akan tahu amalan apa yang memberatkan timbangan kebaikan di hari pertanggung jawaban.
Aku suka paragraf akhir... Hehehe
ReplyDeletewah semangat menulis selalu, semoga menjadi manfaat untuk banyak orang :)
ReplyDeleteSalam kenal, silahkan mampir ke blog saya dan jangan lupa di follow, hehehe
Mantap! Mari mamoir ka
ReplyDeleteWahhh keren ini... Terimakasih sudah berbagi... Semangat menulis dan berbagi ya kak...
ReplyDeleteSalam kenal dari Arhana di Sapporo
Menulis untuk keabadian, menulis untuk 'mengekalkan' jejak hidup, menulis untuk meluaskan kemanfaatan. Barakallah, semoga diberikan keistiqomahan dalam menuliskan kebaikan... Semangatz! πͺπ₯°
ReplyDelete*Salam dari 'Sapporo' ππ
Masha Allah, amiin kak semoga tulisan-tulisan kita semua memberi manfaat baik untuk diri kita sendiri maupun orang lainπ
ReplyDeleteMasyaAlloh... Tulisan yang memotivasi πππ
ReplyDeleteUwaw
ReplyDelete
ReplyDeleteMantap
Semangat menulis kaka :)
ReplyDeleteDi. dalam lks smp, kita diciptakan sebagai khalifah di bumi
ReplyDeletemotivasi bangt ka... always spirit
ReplyDeleteHarus tetap semangat π
ReplyDeleteKeren banget Kak, aku suka setiap tujuan Kakak menulis yg ada di tulisan ini
ReplyDeleteMenulislah untuk menandakan kita pernah ada! Hehe
ReplyDeleteNIce Quote..
ReplyDeleteYes...semoga apapun tulisan kita jadi pemberat amal kebaikan kita.. sepakat kakπ
ReplyDeletemenjadikan menulis sebagai ladang pahala
ReplyDelete