Seperempat Abad
Sumber Foto : Kompasiana.com
Hari ini adalah hari dimana bayi mungil itu pertama kalinya menghirup udara dunia, menangis karena meninggalkan kenyamanan di rahim ibunya. Tepat 25 (dua puluh lima) tahun berlalu, dan Allah masih memberi kesempatan padanya untuk memperbaiki dirinya dan mencoba terus menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Bayi itu kini sudah menjadi wanita dewasa, yang terus belajar dan belajar dalam berbagai hal dari hikmah menghadapi permasalahan kehidupan.
Waktu terus berjalan dan tidak menunggu kita melakukan perubahan, karena Allah tidak mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut yang mengubahnya sendiri. Kita tidak bisa memilih dimana dan dengan siapa kita dibesarkan tapi kita bisa memilih bagaimana kita akan tumbuh menjalani kehidupan. Tujuan hidup sejatinya adalah beribadah kepada Allah dengan menajamkan niat pada diri dalam melaksanakan segala aktivitas dilandasi dengan niatan hanya untuk meraih ridho Allah, karena perbuatan itu dinilai karena niatnya.
Mendekatkan diri pada segala hal yang membuat kita dekat dengan Allah, dan menjauhkan diri dari segala hal yang menjauhkan diri dari Allah ya itulah takwa. Wanita dewasa tadi saat ini masih belajar untuk meningkatkan takwanya kepada Allah, selalu merayu Allah dengan sejuta keinginan namun masih saja lalai melakukan kesalahan. Katanya "begitulah manusia, selalu melakukan khilaf dan salah jadi maklumi saja" kalimat yang menjadi jurus pamungkas untuk menutupi kesalahan yang sering dilakukannya.
Wanita tadi adalah yang kamu baca tulisannya saat ini. yaa.. itu adalah saya. Saya hanya wanita akhir zaman yang masih terus berusaha memperbaiki diri dan belajar meningkatkan kemampuan diri untuk dapat bermanfaat bagi orang lain. Entah berapa sisa waktu yang Allah berikan untuk diri ini, tapi semoga mulai hari ini dan selanjutnya saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menebar kebaikan untuk orang lain.
Allah Maha Baik selalu memberi begitu banyak nikmat dan kejutan ketika saya percaya bahwa Allah lah sebaik-baik perencana. Allah yang selalu memberi yang dibutuhkan, Allah yang lebih tahu mana yang terbaik dan saya serahkan hidup dan mati saya hanya untuk Allah..

Bahasanya benar2 islamiy ka.. Semangat
ReplyDeleteTerima kasih yuli, kamu juga ya :)
Deletetulisannya hangat ya
ReplyDeleteTerima kasih
DeleteSemoga bisa terus berbagi inspirasi seiring bergeraknya zaman!
ReplyDeleteAamiin Allahumma Aamiin
DeleteAlhamdulillah ya, Mbak. Semoga sisa usianya semakin bermanfaat dan menjadi pribadi selalu menginspirasi..
ReplyDeleteAamiin Allahumma Aamiin
DeleteMengispirasi... ๐
ReplyDeleteSubhanallah, bayinya.
ReplyDeleteya begitulah bayinya :D
DeleteSeperti curhatan ya kak, bahasanya ringan enak dibaca, semangat berkarya
ReplyDeleteTerima kasih
DeleteLanjutkan kak
ReplyDeleteSiaapp
DeleteMantuul kaka
ReplyDeleteTerima kasih
DeleteBacanya teduh, Kak..
ReplyDeleteLembut tapi ngena banget di hati๐
Terima kasih
Delete