Menyesuaikan Diri dengan Mertua serta Ekpektasi & Respon
Disampaikan oleh Febrianti Almeera
Materi Sekolah Rumah Tangga
Kita harus memiliki prinsip, jadikan mertua dan keluarga besar pasangan sebagai ladang ibadah, temukan celah ibadah dalam kehidupan berumah tangga. Jika kita cocok dengan keluarga pasangan maka baiknya kita bersyukur, namun jika sebaliknya baiknya kita bersabar.
Yakini bahwa setiap interaksi yang kita lakukan pada mertua adalah interaksi yang kita harapkan pada menantu kita kelak, jika kita mengharapkan kebaikan dari menantu kita, kita pun harus berusaha menjadi menantu yang baik dengan berbuat baik pada mertua kita.
Kejar => Hidup Mulia, Mati Syahid
Terkait ekpektasi dan respon dalam berumah tangga
Jika ekspektasi kita terhadap pasangan tidak sesuai, jadilah wanita yang menghantarkan atau mendukung suami menjadi seorang pemimpin. Temukan teknis yang bisa ditempuh untuk membantu suami duduk di singgah sananya.
Agar tidak tergelincir, pahami bahwa semua berasal dari Allah. Jika kita dengan pasangan sudah selesai dengan diri masing-masing serta dapat bekerjasama dengan baik... selanjutnya bersegeralah menjadi bermanfaat bersama untuk sekitar. Jadi berkolaborasi bersama untuk menebar kebaikan pada banyak orang yang membutuhkan.
Materi ini merupakan materi terakhir yang saya dapatkan dari belajar online sekolah rumah tangga yang dimentori oleh Teh Febrianti Almeera, materi ini merupakan materi kelas Belajar Jadi Istri. Sekolah online ini tentu bukan hanya untuk para istri namun juga para calon istri atau muslimah yang belum berkeluarga untuk mempersiapkan diri ketika menjadi seorang istri nantinya.
Materi-materi yang saya tulis hanya sebatas rangkuman saja jadi bukan materi keseluruhan. Jika memang tertarik atau pun ingin bertanya lebih, bisa langsung hubungi Teh Febrianti Almeera. Sejujurnya ini bukan promo, ini murni saran dari saya pribadi yang telah merasakan manfaat ilmu yang didapatkan, meskipun saat ini belum sepenuhnya dapat diterapkan.
Kenapa saya tertarik belajar ilmu rumah tangga meskipun belum berumah tangga? karena bagi saya, rumah tangga adalah salah satu pondasi dasar dari sebuah bangunan rumah yang membentuk generasi-generasi penerus dimasa mendatang.
Kenapa saya tertarik belajar ilmu rumah tangga meskipun belum berumah tangga? karena bagi saya, rumah tangga adalah salah satu pondasi dasar dari sebuah bangunan rumah yang membentuk generasi-generasi penerus dimasa mendatang.
ilmunya sudah banyak sekali walau belum berumah tangga. luar biasa banget semangatnya. ini yang harus dimiliki kebanyakan orang, ilmu dulu baru turun praktek. yang ada kebanyakan justru sebaliknya.
ReplyDeleteWah mantap, benar sekali. Rumah tangga adalah awal sebuah pondasi yang harus kita kuatkan. Jika pondasi awal saja tidak kokoh, maka bagaimana dengan nasib generasi penerus kita yang akan menempat di rumah itu. 😢
ReplyDeleteMenemukan teknis sepertinya susah y
ReplyDelete