Aku si Kotak Amal

Kamu tau bagaimana rasanya menjadi aku? Aku begitu bersyukur karena aku bisa menetap di tempat yang mulia meskipun terkadang aku diletakkan dipinggiran. Tapi aku cukup bersyukur dan merasa tenang disekelilingin oleh orang-orang yang hilir mudik datang silih berganti untuk dapat bercengkrama dengan-Nya. 

Aku begitu gembira ketika ada seorang yang dengan tulus ikhlas mau memasukkan berlembar rupiah ke dalam tubuhku. Tak penting seberapa banyak yang terpenting rasa ikhlas yang ditorehkan oleh orang tersebut. Namun aku begitu sedih ketika aku tidak mendapati orang yang memasukkan selembar atau satu koin pun ke dalam tubuhku.

Tubuhku rasanya sepi, dingin dan geli ketika yang menempatiku justru binatang melata bernama laba-laba. Kalian tidak bisa kan membayangkan rasanya jadi aku? sebaiknya memang tidak dibayangkan, tapi cobalah dirasakan dan cobalah untuk terus berlapang dada mengisiku karena harta yang ada di kalian itu bukan milik kalian, tapi hanya titipan. Sadarilah.


Comments

Popular posts from this blog

Letak Geografis Jazirah Arab

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab