Shalih Saja Tidak Cukup

Episode Akhir Cerbung...

"Hallo saya Diandra, bisa bicara dengan Keyla"

"Ya saya sendiri, ada perlu apa ya?" ucap gadis dibalik telvon

"Hallo Key, gue Diandra dari fakultas ilmu komputer besok siang bisa kita ketemu?"

"Bisa Insyaa Allah, dimana?

"Dikantin kampus deket fakultas lu deh, nanti gue hubungin lu kalau gue udah stay disana" 

Diandra bermaksud menemui Keyla untuk mengkonfirmasi kebenaran alasan Boni yang belum bisa diterima olehnya. Esoknya mereka bertemu dan memang benar Boni juga beralasan sama ketika memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Keyla. Sejak saat itu Diandra tidak lagi mengganggu Boni, ia bahkan menjauhi Boni jika tidak sengaja berpapasan dengannya.

Disisi lain Boni semakin aktif dalam lembaga dakwah kampus bersama Angger yang kini menjadi sahabat dekatnya. Angger sering mengajaknya menghadiri kajian majelis ilmu, bahkan yang diadakan di luar kampus. Boni semakin menyadari hakikat kehidupan yang sebenarnya, ia menyadari dirinya tidak hanya kurang mendapat perhatian dari keluarga namun juga kurang asupan ilmu agama dari orang tuanya. 

Saat ini lingkungan lah yang mengubahnya, Boni tidak hanya aktif dalam keagamaan. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial, baginya menjadi seorang yang sholeh saja tidak cukup. Selain sholeh ia juga harus muslih yaitu penyeru kebaikan dengan menjaga dan menebar hubungan baik dengan sesama. Ia menjadi semakin dikenal oleh kalangan kampus, tidak hanya karena ketampanannya namun juga karena keshalihan dan akhlaknya yang baik pada sesama.

Namun tidak semua orang yang menyukainya, ada diantara mereka yang juga menaruh rasa iri padanya. Terkadang ada sebagian diantara mereka yang mencemooh Boni dan memperlakukannya dengan tidak baik. Boni yang dulu kita kenal pasti akan melawannya, tapi Boni yang sekarang lebih sabar dalam menghadapi setiap perilaku orang terhadapnya. 

Baginya tidak ada beda dirinya dengan mereka yang bersikap buruk terhadapnya jika ia membalas dengan hal serupa. Banyak perubahan yang terjadi pada Boni, Ia menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Tidak ada yang dibawa mati kecuali amal kebaikan yang dilakukan, meski sebagai manusia biasa tak jarang ia juga terkena wabah penyakit futur. Namun bukan Boni namanya jika tidak keras pada dirinya. Ia terus berusaha memperbaiki diri, memperdalam ilmu agama dan menebar kebaikan pada sesama.

Comments

Popular posts from this blog

Letak Geografis Jazirah Arab

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab