Perjalanan Kehidupan

[source image : here]
Jika kita berpikir sepintas tentang perjalanan hidup, maka pasti akan terlintas dalam benak bahwa perjalanan hidup hanya saat yang kita lalui di dunia. Padahal bila kita mencari di search engine google perihal perjalanan kehidupan, maka salah satunya yang akan muncul adalah seperti gambar diatas. Kaget? Ternyata kita baru memasuki tahap dasar perjalanan kehidupan, perjalanan yang sebenarnya baru kita mulai. Perjalanan dimana kita dapat mengumpulkan bekal untuk di kehidupan yang kekal kelak.

Banyak dari kita yang terlena dalam kehidupan dunia yang jelas hanya sementara ini, ada salah satu firman Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, berikut terjemahannya :

"Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenanggan (semu) yang menipu." (Qs. Ali Imran ayat 285)

Kita sering lupa tentang hakikat kehidupan yang sebenarnya, kita mudah terlena dengan keindahan dunia, disibukkan oleh perkara seputar dunia. Mengumpulkan banyak harta, berfoya-foya, menghabiskan banyak waktu sia-sia. Sampai kapan?. Teruntuk diri dan pembaca tulisan ini, mari kita ingat kembali tujuan kehidupan kita. Bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah dihadapan Allah meniatkannya untuk meraih ridho Allah.

Mulai hari ini, kita bersama muhasabah dan memberikan bukti cinta pada-Nya, dengan perbanyak beribadah, berbuat baik, menyebarkan kebaikan, mencegah kemungkaran dan semua aktivitas yang dilakukan semata untuk menggapai ridho-Nya. Karena perjalanan kehidupan kita masih panjang dan berliku, kita perlu iman dan amal yang membersamai agar selamat hingga akhir nanti.

Comments

  1. Masihh panjaaang bangeet rite untuk mencapai akhir perjalanan. Ya Allaah 😥 terimakasih remindernya mba

    ReplyDelete
  2. Karena pada hakikatnya, kita sedang menunggu giliran.

    ReplyDelete
  3. pas banget hari ini nenek buyut saya meninggal dunia. Melihatnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa, lalu membaca tulisan ini, seperti ada yang masuk dalam hati saya. Bahwa benar setiap kita akan menemui masa itu, ditunggu saja. Kehidupan yang sebenarnya justru saat kita menghadapNya. Terima kasih mba untuk muhasabah hari ini.

    ReplyDelete
  4. .....benar kata aagym. Akhirat nanti tempat sebenarnya...

    ReplyDelete
  5. Hidup ini emang sesaat ya mbak.. moga diberi kesempatan belajar terus

    ReplyDelete
  6. Hiks, perjalanan yang masih amat sangat panjang, semoga Allah selalu melindungi diri kita dari keburukan..amin

    ReplyDelete
  7. Perjalanan sementara untuk menuju "selamanya

    ReplyDelete
  8. Dunia masih kehidupan semu.. tapi jebakannya nyata...

    Banyak jalan yang berlubang 😂😂😂

    ReplyDelete
  9. Ya Allah ya Rabbi, banyak jalan yang berliku di kehidupanku. Astaghfirullah

    ReplyDelete
  10. Kematian adalah awal kehidupan baru yang sebenarnya. Lalu di manakah tempat kita berada kelak? 😢
    Semoga Allah mengumpulkan di surga-Nya kelak, Aamiin

    ReplyDelete
  11. self reminder dan muhasabah sebanyak-banyaknya makasih mbak ...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Letak Geografis Jazirah Arab

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab