Musuh Terbesar Ada Pada Diri

Mayoritas dari kita berpikir bagaimana caranya memenangkan sebuah persaingan dengan orang lain, padahal tanpa kita sadari musuh terbesar kita adalah diri kita pribadi. Ya ... kita melawan hawa nafsu yang ada pada diri, ketika hati berkata tidak namun ego menginginkan sebaliknya. Misalnya saja ketika kita berniat menghadiri kajian, namun diri yang lemah akan mudah goyah dan lebih memilih menetap di rumah.

Ada firman Allah yang bisa menjadi pengingat untuk diri, berikut terjemahannya :

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)

Jika kita tidak berusaha memperbaiki diri, tentu kita akan terus berada pada keadaan yang sama. Tidak mudah namun akan ada akhir yang indah. Awalnya mungkin perlu dipaksakan, hingga menjadi sebuah kebiasaan. Jika kita tetap bertahan dalam keburukan maka kita akan tenggelam dalam kebinasaan.

Sesekali kita perlu bercermin dan menanyakan pada diri, "Sampai kapan akan tetap bertahan seperti ini? Bukankah ajal tak menunggu perbaikan diri?"

Mulai hari ini mari kita tekadkan pada diri untuk berdamai dengan diri karena dengan berdamai dengan diri, kita dapat perlahan memperbaiki diri. Melawan ego dan hawa nafsu pada diri, sebelum ajal menjemput untuk menghadap ilahi robbi...

Comments

Popular posts from this blog

Letak Geografis Jazirah Arab

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab