Peran Pemuda dalam Pembebasan Palestina
![]() |
| [source image : here] |
Disampaikan Oleh Belal Alhamadin, Pejuang Pendidikan Palestina
Sumber : Grup Telegram Baik Berisik
Sebagai manusia, kita tentu menginginkan kehidupan yang aman sehingga dapat menikmati hidup seperti sekarang. Namun di Palestina, kami disana memiliki cara pikir yang berbeda. Kami tumbuh dengan keyakinan untuk berjuang, karena kami tumbuh pada situasi yang tidak kondusif. Sebagai contoh, Saya telah mengalami tiga perang selama hidup yaitu ketika berumur 22, 23 dan 25 tahun. Dimana situasi itu sangat sulit untuk dihadapi, yang dapat membuat kami bertahan, karena palestina adalah tanahnya orang muslim, tanah kita semua. Inilah yang membuat kami terus berjuang hingga titik dara penghabisan. Kami tidak akan berhenti sampai negeri palestina kembali ke tangan kami.
Kekuatan yang kami dapatkan adalah dari Allah, kalau menggunakan logika manusia, sangatlah mustahil bagi kami menang melawan Israel. Semua berasal dari aqidah sehingga Allah memberikan kekuatan kepada kami. Kami percaya inilah aqidah sehingga kami harus berjuang melawan Israel untuk membebaskan Palestina. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Al-Isra ayat 1 bahwa Masjidil Aqsha adalah tanah yang suci. Sehingga kita harus melakukan sesuatu untuk Masjidil Aqsha. Pada surat yang lain, Al Anfal ayat 60, bahwa kita harus melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan segalanya, kita harus mempersiapkan yang terbaik untuk membebaskan Palestina.
Satu poin tambahan bahwa masyarakat Palestina adalah masyarakat yang terdidik. Hanya sekitar 2% dari masyarakat yang masih belum terdidik, sedangkan sisanya telah terdidik. Kami tumbuh dengan kesadaran untuk membebaskan masjidil aqsha dan negeri Palestina. Bahkan anak-anak kecil, jika mereka ditanya tentang Palestina, mereka akan memberikan jawaban yang sama, bahwa inilah negeri kami, kami akan membebaskan negeri ini dan kami tidak akan pernah menyerah.
Dalam setiap fase perlawanan Palestina, baik Intifada pertama, Intifada kedua, 3 perang di jalur Gaza hingga Great Return March, ada ribuan anak muda ang memberikan jiwa dan darah mereka demi kemerdekaan. Seperti Razan Al-Najjar, Yasser Murtaja dan pemuda lainnya. Israel mengira dengan membunuhnya mereka bisa menyembunyikan fakta kebenaran dari dunia. Mereka hanya tidak tahu, masih ada ribuan pemuda yang akan melanjutkan perjuangannya, menyampaikan pesan-pesannya hingga Palestina merdeka dan kami bisa kembali ke tanah kami.
Dalam sejarah, anak muda memainkan peran utama dalam tiap fase sejarah Islam. Kita semua tahu tentang kisah Usamah bin Zaid yang ditunjuk oleh Rasulullah untuk menjadi pemimpin pasukan pembebasan Negeri Syam.
Jadi tak peduli berapapun usiamu, kamu bisa melakukan sesuatu yang berarti. Berapapun usiamu, kamu bisa melakukan banyak hal untuk Islam dan umat muslim.
Walaupun kami di bawah tekanan penyerangan Israel, kami tetap memperjuangkan hak pendidikan, kami cinta ilmu pengetahuan dan kami senang untuk belajar. Dibalik kisah sukses para pelajar di Palestina, jika melihat dari angka statistik, ada lebih dari 20.000 lulusan baru yang telah lulus dari berbagai spesialisasi bidang. Namun setelah lulus, mereka tidak memiliki peluang pekerjaan. Para lulusan memiliki nilai yang baik dan memuaskan tetapi tidak memiliki kesempatan dan peluang untuk bekerja, sehingga mereka mulai menciptakan peluang pekerjaan untuk diri mereka sendiri dan memulai melakukan sesuatu.
Peluang pekerjaan sungguh sedikit dan terbatas, tetapi mereka tetap berusaha dan tidak berhenti untuk melakukan sesuatu dan mencoba. Kami di Palestina memiliki intelektual yang baik, Allah memberikan nikmat kecerdasan tapi kami tidak memiliki kesempatan.
Palestina adalah tanah suci dan Masjid Al Aqsa adalah milik semua muslim. Maka kedua alasan tersebut menjadi tanggung jawab berat pada pundak pemuda, termasuk di Indonesia.
Hal pertama yang harus kita lakukan sebagai pemuda, kita harus mengerti apa yang terjadi pada konflik antara pertarungan kebenaran melawan kebatilan. Kalian harus memahami isu kepalestinaan dengan baik. Ketika kalian mengerti, kalian bisa bertindak benar. Ketika kamu mengerti konflik di Palestina, kamu bisa turut menyebarkan kepedulian tentang Masjid Al-Aqsha, tentang Isu Palestina. Ketika ingin menyebarluaskan isu kepalestinaan, tidak diukur oleh berapa mill jarak yang harus ditempuh, tapi bagaimana kedekatan di dalam hati.
Kedua, Lawan narasi Israel, mereka mengabarkan kabar bohong, kita harus memulai mengambil kebenaran. Jika orang Palestina tidak dapat mengirimkan pesannya kepada dunia, sebagai orang Indonesia kalian dapat mengambil peran ini dan mencoba untuk mengirimkan pesan tersebut.
Selain itu, saat ini rakyat Palestina sedang menghadapi persoalan yang sangat ekstrem. Kami membutuhkan seseorang untuk menyokong dan mendukung perjuangan dalam membebaskan tanah Palestina. Bukan tentang seberapa banyak yang dapat kamu berikan, karena ketika kamu memutuskan untuk memberi untuk kepentingan Masjidil Aqsha, maka Allah yang akan memberikan keberkahan untuk diri tersebut.
Saat ini ada banyak organisasi yang mendukung para siswa agar melanjutkan pendidikan mereka. Contohnya IESCO ( The International Educational Scientific and Cultural Organization), terdapat 3000 siswa yang mendapatkan bantuan pendidikan. Kami memulihkan anak-anak dan membuat mereka fokus pada pendidikan. Harapannya bisa menjadi manfaat untuk lingkungan mereka di masa yang akan datang.
Jika kita ingin mengembangkan atau membebaskan suatu daerah, maka kita harus memastikan para generasi mudanya teredukasi dengan baik.

Semoga lebih banyak lagi pemuda Indonesia yang peduli dengan saudara kita di palestina.
ReplyDeleteTerima kasih sharingnya mbak ❤️
ReplyDeleteBener mbak.. generasi muda suatu bangsa bisa mengangkat derajat bangsa tersebut.. smoga Allah menolong kita semua
ReplyDelete