Posts

Musuh Terbesar Ada Pada Diri

Mayoritas dari kita berpikir bagaimana caranya memenangkan sebuah persaingan dengan orang lain, padahal tanpa kita sadari musuh terbesar kita adalah diri kita pribadi. Ya ... kita melawan hawa nafsu yang ada pada diri, ketika hati berkata tidak namun ego menginginkan sebaliknya. Misalnya saja ketika kita berniat menghadiri kajian, namun diri yang lemah akan mudah goyah dan lebih memilih menetap di rumah. Ada firman Allah yang bisa menjadi pengingat untuk diri, berikut terjemahannya : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11) Jika kita tidak berusaha memperbaiki diri, tentu kita akan terus berada pada keadaan yang sama. Tidak mudah namun akan ada akhir yang indah. Awalnya mungkin perlu dipaksakan, hingga menjadi sebuah kebiasaan. Jika kita tetap bertahan dalam keburukan maka kita akan tenggelam dalam kebinasaan. Sesekali kita perlu bercermin dan mena...

Ibu Pembelajar

Image
Tiba di akhir tantangan ODOP (One Day One Post) batch 7 membuat biografi, awalnya saya sempat bingung. Biografi siapa yang akan saya tuliskan, namun saya mendapat saran dari seseorang untuk menulis seorang PJ Grup yang menurutnya menginspirasi. Tanpa pikir panjang, saya hubungi yang bersangkutan. Baik langsung saja, saya perkenalkan pada khalayak luas seorang ibu pembelajar. Berikut biografi singkatnya. Namanya Cinantya S. Putri bisa dipanggil Tia, beliau berasal dari Kota Jakarta namun saat ini tinggal di Semarang setelah kurang lebih 33 tahun hidup dengan berpindah-pindah rumah di daerah Jakarta, Bekasi dan Depok. Pendidikan formal yang ditempuh yaitu beliau lulus dari SMU Negeri 81 Jakarta pada tahun 2002 kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Akuntansi. Setelah lulus kuliah pada tahun 2006 beliau bekerja di Ernst & Young sekitar kurang lebih satu tahun. Selanjutnya pada tahun 2007 beliau bekerja di Bank Mandiri hingga tahun 2012...

Shalih Saja Tidak Cukup

Episode Akhir Cerbung... "Hallo saya Diandra, bisa bicara dengan Keyla" "Ya saya sendiri, ada perlu apa ya?" ucap gadis dibalik telvon "Hallo Key, gue Diandra dari fakultas ilmu komputer besok siang bisa kita ketemu?" "Bisa Insyaa Allah, dimana? "Dikantin kampus deket fakultas lu deh, nanti gue hubungin lu kalau gue udah stay disana"  Diandra bermaksud menemui Keyla untuk mengkonfirmasi kebenaran alasan Boni yang belum bisa diterima olehnya. Esoknya mereka bertemu dan memang benar Boni juga beralasan sama ketika memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Keyla. Sejak saat itu Diandra tidak lagi mengganggu Boni, ia bahkan menjauhi Boni jika tidak sengaja berpapasan dengannya. Disisi lain Boni semakin aktif dalam lembaga dakwah kampus bersama Angger yang kini menjadi sahabat dekatnya. Angger sering mengajaknya menghadiri kajian majelis ilmu, bahkan yang diadakan di luar kampus. Boni semakin menyadari hakikat kehidupan ...

To the Point

Cerbung Episode 5 .. Hingga suatu hari terdengar isu bahwa Boni dan Keyla mengakhiri hubungan mereka, tidak ada yang tahu penyebab pastinya. Namun keduanya terlihat masih berteman baik meski sudah jarang bertemu. Isu itu tentu sampai ke telinga Diandra, yang pasti begitu senang mendengarnya. Ia semakin rajin mendekati Boni tanpa tau malu.  "Diandra jam 4 sore ini kita ketemu di caffe de latte ya."  Diandra tentu sumringah menerima pesan tersebut dari Boni. Sore itu ia dandan begitu cantik untuk bertemu dengan Boni.  Alunan musik yang klasik dengan dekorasi yang menarik, membuat caffe de latte tak pernah sepi dari pengunjung. Mayoritas pengunjung caffe itu adalah anak muda, yang saling bercengkrama atau mengerjakan tugas kuliah bersama. Sore itu Diandra datang lebih dulu dibanding Boni, ia menunggu selama kurang lebih setengah jam dari waktu yang dijanjikan Boni. "Sorry Ndra gue dateng telat, lu udah nunggu lama ya?" Ucap Boni setibanya di caffe ...

Godaan Istiqomah dalam Hijrah

Cerbung Episode 4 .. Benar jika hijrah itu tidak mudah, setelah hijrah kita harus berusaha istiqomah. Dari sini manusia di uji dengan beragam ujian keimanannya. Tentu ini berlaku untuk semua orang, tanpa terkecuali Boni. Ia memang sudah aktif mengikuti kegiatan keagamaan, namun ia masih belum bisa lepas dari kebatilan. Boni termasuk lelaki yang memiliki wajah tampan. Tak heran jika banyak kaum hawa yang menaruh hati padanya. Boni sudah memiliki pacar sebelum ia bergabung di lembaga dakwah kampus.  Awalnya ia termasuk anak yang cuek terhadap perempuan, namun ada seorang perempuan yang begitu memberikan perhatian khusus padanya. Mereka berkenalan saat Boni melakukan pendaftaran ulang, Keyla namanya. Ia merupakan salah satu wanita yang populer di kampus, karena kecantikan dan kepintarannya. Banyak lelaki yang juga tertarik padanya, tanpa terkecuali Boni yang awalnya cuek menjadi luluh karenanya. Keyla merupakan senior Boni, yang juga kaka mentor sewaktu masa orientasi kampus....

Musuh Lama Bertemu Kembali

Cerbung Episode 3 .. "Tunggu bentar, ini gue ga salah liat ya?" Tanya Boni heran "Iya bener ini ane, yok kita berantem lagi ... haha"  "Ngapain lu disini ngger? Buntutin gue ya?" "Ane kuliah lah, nuntut ilmu. Ane ngambil jurusan teknik sipil, ente ngapain disini mungut-mungut sampah gitu. Profesi baru Bon?" Ucap Angger dengan nada bercanda "Ga lucu bercandanya lu, males gue lah. Sini bantuin gue dulu, nanti gue ceritain" "Ane bantu doa aja ya Bon, haha males ane bantu ente ga berfaedah. Eh ane bercanda Bon jangan dianggep serius, udah sore Bon. Udah adzan ashar, kuy lah kita sholat dulu."  Akhirnya mereka pergi menunaikan sholat ashar bersama, setelahnya mereka bertukar cerita. Ternyata Angger diterima di kampus yang sama dengan Boni, mereka hanya berbeda fakultas. Berbeda dengan Boni yang tinggal sebagai anak kost, Angger tinggal bersama kakeknya di Jogja.  Setelah masa orientasi kampus selesai ...

Dunia Kampus

Cerbung Episode 2 .. Tak lama waktu berselang setelah kelulusan, pengumuman ujian masuk perguruan tinggi negeri tiba. Boni diterima di salah satu perguruan tinggi negeri daerah Jogjakarta, dia mengambil jurusan teknik informatika. Boni yang tinggal di Jakarta, segera mencari rumah kost di Jogja. Dia ditemani orang tuanya pergi ke Jogja dengan membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk meninjau tempat kost yang telah di pesannya melalui rekannya yang tinggal di daerah Jogja. "Sejuknya udara disini", ucap Boni setibanya menginjakkan kaki di Jogja.  Ini bukan kali pertama Boni datang ke Jogja, namun ia tak pernah bosan menginjakkan kakinya di kota istimewa ini. Setelah dirasa beres dan sempat berkunjung ke kampus Boni, orang tua Boni segera langsung kembali ke Jakarta karena urusan pekerjaan yang sudah menanti. Dengan berat hati Boni melepas kepergian mereka.  "Boni, mama sama papa berangkat dulu ya. Kamu jaga diri baik-baik disini, sering telepon ma...