Ramadhan day 1 : Qs. Fatir ayat 42

Alhamdulillah, bismillahirrohmanirrohim..

Puasa hari pertama terlewati, saya berniat untuk mentadabburi ayat-ayat Al Qur'an dengan membaca dan berbagi dari kitab Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul karya Jalaluddin As-Suyuthi.

Doakan agar dapat konsisten dan menjadi pemberat amalan kebaikan di surga kelak. Aamiin

Hari ini saya membuka Al Qur'an secara acak dan saya tunjuk salah satu ayat. Saya mendapat Qs. Fatir ayat 42, berikut terjemahannya:

"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran)"

Sebab turunnya ayat:

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abi Hilal, dia berkata. "Telah disampaikan kepada saya bahwa orang-orang quraisy dulunya berkata, 'sekiranya Alloh mengutus seorang nabi dari golongan kami, niscaya kami akan menjadi kaum yang paling taat kepada Tuhan, paling mendengar kata-kata nabinya. serta paling teguh berpegang pada kitab sucinya. Maka turun ayat diatas dan yang lain yaitu : 

"Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata: "Kalau sekiranya di sksi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu, benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)"." (Qs. Ash Shaafaat ayat 167 - 169)

"Atau agar kamu (tidak) mengatakan: "Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka". Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling." (Qs. Al An'am ayat 157)

Ayat tersebut menggambarkan bahwa ucapan mereka itu tidak sesuai dengan kenyataannya.

Sebelumnya, orang-orang yahudi juga mengharapkan akan mendapat kemenangan atas orang-orang nasrani dengannya (kedatangan seorang Nabi). Mereka antara lain berkata, "Kami mengetahui bahwa akan segera ada nabi yang diutus".


Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati"

Letak Geografis Jazirah Arab

Perbedaan dan Persamaan Tradisi Negara Indonesia dan Arab